
Selama bertahun-tahun, Pak Anton rutin berinvestasi di reksa dana dan saham, dan merasa itu sudah cukup sebagai persiapan finansial keluarganya. Ia sempat menganggap asuransi tidak terlalu diperlukan karena “toh ada investasi yang bisa dicairkan kapan saja”.
Kejadian yang Mengubah Cara Pandangnya
Suatu ketika, anaknya harus menjalani rawat inap mendadak dengan biaya yang cukup besar. Karena tidak punya asuransi kesehatan, Pak Anton terpaksa mencairkan sebagian portofolio investasinya — tepat ketika pasar sedang turun. Ia harus merealisasikan kerugian yang sebetulnya bisa dihindari jika ia menunggu kondisi pasar membaik.
Perbedaan Peran Investasi dan Asuransi
Investasi dirancang untuk menumbuhkan kekayaan dalam jangka panjang dan sifatnya fluktuatif — nilainya bisa naik, bisa juga turun tergantung waktu pencairan. Asuransi dirancang untuk menanggung risiko finansial besar yang sifatnya mendadak, dengan manfaat yang sudah pasti sesuai polis, terlepas dari kondisi pasar.
Menjadikan investasi sebagai satu-satunya “asuransi” berarti mempertaruhkan dana yang seharusnya bertumbuh jangka panjang untuk menutup kebutuhan darurat jangka pendek — risikonya, dana tersebut harus dicairkan di waktu yang kurang tepat.
Setelah kejadian itu, Pak Anton melengkapi portofolionya dengan asuransi kesehatan dan jiwa, sehingga investasinya bisa tetap fokus untuk tujuan jangka panjang tanpa terganggu kebutuhan darurat.
Chat dengan Lina Hartati di WhatsApp