
Anak Bu Santi harus dirawat inap karena demam berdarah selama hampir seminggu. Biaya rumah sakitnya ternyata melebihi limit tahunan asuransi kesehatan dari kantor suaminya. Untungnya, keluarga ini juga memiliki polis asuransi kesehatan pribadi sebagai proteksi kedua.
Bagaimana Dua Polis Bisa Saling Melengkapi
Banyak orang tidak menyadari bahwa memiliki lebih dari satu polis kesehatan itu diperbolehkan, dan bisa saling melengkapi lewat mekanisme yang disebut koordinasi manfaat (coordination of benefits). Prinsipnya, polis pertama (biasanya dari kantor) menanggung terlebih dahulu sesuai limitnya, lalu selisih biaya yang belum tertutup diklaimkan ke polis kedua sesuai ketentuan masing-masing perusahaan.
Dalam kasus Bu Santi, setelah limit asuransi kantor habis, sisa tagihan rumah sakit anaknya bisa ditutup oleh polis kedua yang mereka miliki secara pribadi, sehingga keluarga tidak perlu menombok dari tabungan.
Kapan Sebaiknya Mempertimbangkan Polis Kedua
Asuransi kantor umumnya punya limit tahunan yang terbatas dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan perusahaan, termasuk hilang saat resign atau pensiun. Memiliki polis kesehatan pribadi sebagai pelengkap memberi jaring pengaman tambahan yang tetap melekat pada individu, tidak tergantung status pekerjaan.
Bagi keluarga dengan anak-anak atau riwayat kesehatan yang perlu perhatian lebih, polis kedua sering kali menjadi penentu antara tenang menghadapi tagihan besar atau justru kelabakan mencari dana tambahan.
Chat dengan Lina Hartati di WhatsApp