
Saat anaknya lahir, Bu Rani langsung membeli produk yang dipasarkan sebagai “asuransi pendidikan”, dengan harapan dana pendidikan anaknya sudah pasti aman sampai kuliah nanti. Bertahun-tahun kemudian, ia baru menyadari bahwa pemahamannya sedikit meleset.
“Asuransi Pendidikan” Sebenarnya Produk Apa?
Sebagian besar produk yang dipasarkan sebagai “asuransi pendidikan” sebenarnya adalah asuransi dwiguna (endowment) — kombinasi proteksi jiwa dengan tabungan berjangka. Nilai yang terkumpul bergantung pada premi yang dibayarkan dan skema investasi/tabungan di dalamnya, bukan nilai tetap yang otomatis mengikuti kenaikan biaya kuliah di masa depan.
Manfaat proteksinya baru benar-benar terasa jika terjadi risiko pada orang tua sebagai pemegang polis — biasanya premi lanjutan dibebaskan namun manfaat dana tetap dilanjutkan sesuai ketentuan polis, sehingga tujuan pendidikan anak tetap terjaga meski orang tua tidak lagi mampu membayar premi.
Yang Perlu Dicek Orang Tua
Sebelum membeli produk semacam ini, penting mengecek proyeksi dana pada usia berapa dana akan cair, apakah nilainya realistis dibanding perkiraan biaya pendidikan nanti, serta manfaat pembebasan premi jika terjadi risiko pada orang tua.
Setelah memahami hal ini, Bu Rani tidak lagi kecewa, tapi mulai melengkapinya dengan tabungan pendidikan terpisah agar target dananya lebih realistis.
Chat dengan Lina Hartati di WhatsApp