
Pak Slamet dan keluarganya rutin membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulan. Ketika salah satu anggota keluarganya harus menjalani perawatan intensif, mereka merasa tenang karena BPJS aktif. Namun kenyataannya, tagihan yang harus mereka tanggung sendiri tetap cukup besar.
Kenapa Bisa Terjadi
BPJS Kesehatan bekerja dengan sistem rujukan berjenjang dan plafon sesuai kelas kepesertaan. Beberapa obat, alat kesehatan, atau tindakan tertentu di luar daftar formularium nasional tidak ditanggung sepenuhnya, sehingga pasien harus menutup selisihnya sendiri (biaya naik kelas atau obat di luar tanggungan).
Proses rujukan berjenjang juga bisa memakan waktu, sementara dalam kondisi darurat keluarga terkadang memilih jalur yang lebih cepat namun tidak sepenuhnya ditanggung BPJS. Belum lagi kehilangan penghasilan selama anggota keluarga yang sakit maupun yang menunggui tidak bisa bekerja seperti biasa.
Peran Asuransi Swasta sebagai Pelengkap
BPJS tetap penting sebagai fondasi jaminan kesehatan dasar. Namun untuk menutup celah seperti selisih kelas kamar, obat di luar formularium, atau proses yang lebih cepat lewat rumah sakit rekanan asuransi swasta, banyak keluarga akhirnya melengkapi BPJS dengan asuransi kesehatan tambahan.
Kombinasi BPJS dan asuransi swasta ini membantu keluarga menghadapi situasi darurat tanpa harus mengorbankan tabungan atau berutang.
Chat dengan Lina Hartati di WhatsApp